Archive

Archive for the ‘Opini Publik’ Category

Fenomena Facebook Makin Wowww…..

April 14, 2009 Arno 2 comments

facebook_picBeberapa tahun yang lalu saat saya masih mahasiswa fenomena situs jejaring sosial alias social networking seperti bom waktu yang meledak tiba-tiba. Tengok saja saat itu yang paling “gaul” adalah Friendster. Hampir setiap anak muda seantero Indonesia tak terkecuali pekerja kantoran hingga ibu-ibu rumah tangga benar-benar keranjingan. Tak jarang ada yang dapat pasangan hidup atau jodih dari friendster atau lebih dikenal denghan singkatan FS.

Nah, lain dulu lain sekarang. Tren jejaring sosial memang belum hilang bahkan jauh lebih heboh berkembang biak seperti jamur, tidak bisa dibasmi. Peribahasanya mati satu tumbuh seribu, yang ini full bikin baru dong.  Rupanya kedigdayaan FS sudah mulai pudar karena tampilan, feature, dan plug-in yang kurang up to date, dan digerus dengan pemain  baru bernama Facebook atau FB istilah kerennya. Tengok saja berita di media masa dan di blog FB sendiri yang sudah mengklaim pengguna FB di seluruh dunia sudah melampaui 200juta pengguna. Decak kagum dan rasa penasaran kita semua bertanya kok bisa ya?

Tidak heran jika FB menjadi jejaring sosial nomor satu di dunia. Di indonesia FB sempat menuai kritik karena dirasakan efek negatifnya mulai dirasakan karena bisa menyebabkan FBdiccted alias gak bisa berhenti dari sekedar update status atau kasih komentar di status teman di FB yang bisa menyita waktu kita hingga lupa yang namanya bekerja dan belajar hingga beberapa perusahaan memberlakukan blok terhadap akses FB ini.

Wow, luar biasa tentunya. So, apa sih yang membuat FB ini begitu cepat diterima oleh para penggila internet? Yak, jawabannya mudah jejaring sosial intinya adalah menyambungkan orang yang jauh untuk serasa dekat sehingga seolah-olah sedang ngobrol dengan kita. Nah, ini adalah kelebihan FB, selain tampilannya yang lebih eye catching, antarmukanya yang user friendly, 3rd party application yang jumlahnya bejibun dan bisa dikenbangkan oleh siapa saja di negara manapun serta sifatnya yang real  time (ditambah dengan penggabungan aplikasi chat fb) membuat pamor FB naik drastis menjadi jawara jejaring sosial.

Sejak pertama kali diluncurkan tampilan FB sudah 3 kali mengalami perubahan. Meski di setiap awal perubahan selalu banyak yang menolak sampai membentuk group yang menolak perubahan FB toh versi yang sekarang makin digilai oleh penggemar FB. Tengok saja aplikasi baru seperti quiz yang bisa dicustomize oleh siapa saja dan bisa dipublish oleh semua user sehingga bisa dikomen oleh teman atau kerabat. Beberapa quiz terlihat memaksa dan bahkan cenderung lucu sekali. Salah satunya adalah quiz yang baru saya coba adalah “tokoh cinta fitri season 3 manakah yang sesuai dengan karakter anda?” Ya, ini sedikit terlihat ridicilous tapi benar-benar fun. Beberapa teman memberikan komentar miring yang tentunya hanya bersifat guyonan dan menambah ramai suasana.Tak hanya itu saja, FB juga menyediakan permainan online sepeti Mafia Wars, MyFarm, Pet Society yang penggunanya sudah mencapai jutaan dan setiap user bisa mengupdate dan membandingkan dengan milik teman.

Terlepas dari unsur fun, kita perlu berhati-hati dengan situs jejaring sosial ini karena rawan dengan isu pishing atau pencurian data pribadi. Jadi waspadalah dengan tidak menambahkan sembarang orang dalam teman anda dan aplikasi-aplikasi yang belum diketahui keamanannya. Dan, jika perlu tidak usah menjadi banci foto bahkan banci FB dengan mengisi semua data lengkap pribadi kita karena ini bisa menjadi bumerang bagi kita semua.  Satu catatan yang perlu digarisbawahi adalah jangan pernah mencantumkan alamat anda dan nomor telepon anda.

So, how’s FB for your life?

Categories: Opini Publik Tags:

Pemilu 2009, Terburukkah..???

April 12, 2009 Arno Leave a comment

logo-pemiluPesta demokrasi baru saja usai,  sebagian dari kita merasa puas atau bahkan jengkel karena merasa tidak terdaftar sebagai DPT. Weiks kok bisa??? entah karena masalah administrasi ato memnag ada unsur kesengajaan dari pihak yang berwenang (baca KPU) untuk menghilangkan sebagian hak warga negara Indonesia untuk turut berpartisipasi.

“Entah”, itu jawaban di sebagian benak masyarakat termasuk saya. Baca saja tulisan di beberapa media massa yang mengemukakan pelanggaran terbesar pada Pemilu kali ini adalah masalah DPT yang campur aduk. Di sebagian pihak ada yang bukan masyarakat setempat namun terdaftar atau sebaliknya punya KTP syah namun tidak terdaftar.

Hingga saat ini, proses tabulasi perhitungan suara KPU di Hotel Borobudur belum selesai. Direncanakan baru selesai tanggal 20 April 2009. Percayakah akan selesai? Hmmm, tidak ada jaminan pasti lha wong berita hari ini menyatakan akses ke pusat tabulasi data KPU susah. Wow, gimana ya persiapan pemilu ini yang notabene menghabiskan biaya tidak murah. Waduh gimana ya tanggungjawabnya dalam mengelola duit masyarakat?

Terlepas dari semua deretan sejumlah temuan Bawaslu mengenai pelanggaran Pemilu 2009, satu hal kita telah melangkah satu step ke depan bahwa pemilihan anggota legislatif ini telah usai. Tugas para wakil rakyat yang terpilih nantinya harus dibuktikan. Membawa suatu amanat masyarakat bukan perkara gampang, karena urusannya bukan hanya masalah dunia tapi juga dengan Tuhan.

Harapan semua masyarakat Indonesia termasuk saya pribadi adalah bisa melihat bangsa dan negara ini semakin baik. Tidak hanya terlihat dipermukaan saja namun melingkupi semua elemen hingga unsur terdalam dari komponen bangsa ini semakin baik. Semoga itu semua dapat kita saksikan pada tahap berikutnya saat Pemilu Pemilihan Presiden. Amin

Categories: Opini Publik Tags:

Nyontreng….??? Pengen tapi gak didaftar

April 7, 2009 Arno 4 comments

Gak tau gimana caranya pemerintah atau KPU menetukan DPT di tiap daerah. Lha, saya adalah salah satu bukti contoh nyata. Katanya golput itu hukumnya haram? Nah, kok saya yang sudah resmi menjadi warna penduduk DKI kok malah gak pernah didata dan diminta mendaftar jadi pemilih.

Gondok? Iya, sedikit. Mungkin sejak pertama kali resmi bisa ikut pemilu baru kali ini gak terdaftar. Sebagai warga negara yang sadar akan haknya sebagai masyarakat hukum yang baik, tentunya saya sudah mengupayakan ke pihak RT untuk bisa terdaftar. Hmmm, alasannya klasik…. “Mas, ini kan statusnya ngekos, Jadi, meski udah punya KTP dan KK ya tidak bisa dianggap warga DKI”…. Lha, kok????

Waduh, pilihan paling gampang ya mudik ke kampung halaman nyontreng disana deh. But, karena saya lagi bokek alias gak ada dana buat pulkam dan hmm….lagi-lagi saya belum terdaftar juga disana yo wis gak usah pulang. Jadi, maaf ya pak caleg saya gak bisa milih anda karena saya gak dianggap untuk jadi calon pemilih…..hiks…..

Ya, saya hanya berdoa (meski sedikit pesimis) semoga pemilu kali ini bisa membawa perubahan Indonesia ke arah yang lebih baik, sejahtera, aman dan maju. Amien….

NB : Iklan Salah satu Partai yang kreatif dan gampang diinget “Pojok Kanan Atas” wew

Categories: Opini Publik Tags: