Fenomena Facebook Makin Wowww…..
Beberapa tahun yang lalu saat saya masih mahasiswa fenomena situs jejaring sosial alias social networking seperti bom waktu yang meledak tiba-tiba. Tengok saja saat itu yang paling “gaul” adalah Friendster. Hampir setiap anak muda seantero Indonesia tak terkecuali pekerja kantoran hingga ibu-ibu rumah tangga benar-benar keranjingan. Tak jarang ada yang dapat pasangan hidup atau jodih dari friendster atau lebih dikenal denghan singkatan FS.
Nah, lain dulu lain sekarang. Tren jejaring sosial memang belum hilang bahkan jauh lebih heboh berkembang biak seperti jamur, tidak bisa dibasmi. Peribahasanya mati satu tumbuh seribu, yang ini full bikin baru dong. Rupanya kedigdayaan FS sudah mulai pudar karena tampilan, feature, dan plug-in yang kurang up to date, dan digerus dengan pemain baru bernama Facebook atau FB istilah kerennya. Tengok saja berita di media masa dan di blog FB sendiri yang sudah mengklaim pengguna FB di seluruh dunia sudah melampaui 200juta pengguna. Decak kagum dan rasa penasaran kita semua bertanya kok bisa ya?
Tidak heran jika FB menjadi jejaring sosial nomor satu di dunia. Di indonesia FB sempat menuai kritik karena dirasakan efek negatifnya mulai dirasakan karena bisa menyebabkan FBdiccted alias gak bisa berhenti dari sekedar update status atau kasih komentar di status teman di FB yang bisa menyita waktu kita hingga lupa yang namanya bekerja dan belajar hingga beberapa perusahaan memberlakukan blok terhadap akses FB ini.
Wow, luar biasa tentunya. So, apa sih yang membuat FB ini begitu cepat diterima oleh para penggila internet? Yak, jawabannya mudah jejaring sosial intinya adalah menyambungkan orang yang jauh untuk serasa dekat sehingga seolah-olah sedang ngobrol dengan kita. Nah, ini adalah kelebihan FB, selain tampilannya yang lebih eye catching, antarmukanya yang user friendly, 3rd party application yang jumlahnya bejibun dan bisa dikenbangkan oleh siapa saja di negara manapun serta sifatnya yang real time (ditambah dengan penggabungan aplikasi chat fb) membuat pamor FB naik drastis menjadi jawara jejaring sosial.
Sejak pertama kali diluncurkan tampilan FB sudah 3 kali mengalami perubahan. Meski di setiap awal perubahan selalu banyak yang menolak sampai membentuk group yang menolak perubahan FB toh versi yang sekarang makin digilai oleh penggemar FB. Tengok saja aplikasi baru seperti quiz yang bisa dicustomize oleh siapa saja dan bisa dipublish oleh semua user sehingga bisa dikomen oleh teman atau kerabat. Beberapa quiz terlihat memaksa dan bahkan cenderung lucu sekali. Salah satunya adalah quiz yang baru saya coba adalah “tokoh cinta fitri season 3 manakah yang sesuai dengan karakter anda?” Ya, ini sedikit terlihat ridicilous tapi benar-benar fun. Beberapa teman memberikan komentar miring yang tentunya hanya bersifat guyonan dan menambah ramai suasana.Tak hanya itu saja, FB juga menyediakan permainan online sepeti Mafia Wars, MyFarm, Pet Society yang penggunanya sudah mencapai jutaan dan setiap user bisa mengupdate dan membandingkan dengan milik teman.
Terlepas dari unsur fun, kita perlu berhati-hati dengan situs jejaring sosial ini karena rawan dengan isu pishing atau pencurian data pribadi. Jadi waspadalah dengan tidak menambahkan sembarang orang dalam teman anda dan aplikasi-aplikasi yang belum diketahui keamanannya. Dan, jika perlu tidak usah menjadi banci foto bahkan banci FB dengan mengisi semua data lengkap pribadi kita karena ini bisa menjadi bumerang bagi kita semua. Satu catatan yang perlu digarisbawahi adalah jangan pernah mencantumkan alamat anda dan nomor telepon anda.
So, how’s FB for your life?
Kelembaban udara memang sangat diperlukan oleh manusia untuk menjaga sel-sel dalam tubuhnya tetap aktif dan tidak kekurangan cairan. Bahkan iklan produk kecantikan banyak yang mengkumandangkan “pelembab” alias “moisturizer” sebagai trade jualannya. Nah, pertanyaannya bagaimana kalo kelembaban itu di atas 90%? Masih nyamankah?Masih perlukan produk kecantikan itu?
Pesta demokrasi baru saja usai, sebagian dari kita merasa puas atau bahkan jengkel karena merasa tidak terdaftar sebagai DPT. Weiks kok bisa??? entah karena masalah administrasi ato memnag ada unsur kesengajaan dari pihak yang berwenang (baca KPU) untuk menghilangkan sebagian hak warga negara Indonesia untuk turut berpartisipasi.
Recent Comments