Lyuba Bayi Mamut Pembuka Misteri Zaman Es

10 05 2009

09-05Saya baru saja menyelesaikan bacaan salah satu artikel di website national geographic edisi bulan mei 2009. Topiknya menceritakan tentang penemuan bayi mamut dalam wujud utuh di daratan Siberia baik lapisan lemak, organ-organ dalam bahkan bulu matanya masih utuh, Subhanallah, Lengkapnya klik aja disini.

Penemuan tersebut luar biasa membuka mata dunia khususnya pengetahuan arkeologi. Selama ini penemuan hanya berupa rangka tulang belulang maupun beberapa potongan tubuh yang telah membeku jutaan tahun lamanya. Penemuan ini sontak menguatkan hipotesis dan gambaran ilmuwan selama ini tentang sosok mamut yang sudah banyak diekspose baik melalui film, lukisan, potret dan lain-lain.

Hal yang menarik bagi saya justru bukan bagian yang mengupas tentang si mamut ini yang diberi nama Lyuba ini, tapi tentang hipotesis bagaimana si bayi malang ini menemui ajal dan kondisi lingkungan saat itu. Ya, selama ini kita banyak dijejali dengan wacana adanya jaman es jutaan tahun yang lalu lengkap dengan histori si manusia purba bahkan asumsi-asumsi kehidupan mereka di tiap periode jaman. Sebagai orang awam, antara percaya dan tidak percaya akan adanya era tersebut, lha itu kan ide dan gambaran yang coba dibikin oleh manusia sendiri (baca ilmuwan) jadi boleh dong kalau kita mempunyai gambaran yang berbeda akan jaman itu.

Ada tidaknya jaman es tidaklah penting menjadi perdebatan. Yang perlu dijadikan catatan adalah apa sih yang menyebabkan makhluk seperti mamut itu punah? Benarkah mereka mengalami seleksi alam? Lha kalo memang semuanya mengalami seleksi alam dan berevolusi kok ya buaya dari jaman prehistoric sampai dengan sekarang kok bentuknya seperti itu. Apakah bentuk buaya yang paling bisa mengikuti perubahan jaman? Tidak juga kok. Saya sendiri juga tidak yakin akan teori itu but hampiir 100% para expertise memastikan bahwa faktor kepunahan justru didorong oleh perubahan iklim bumi yang ekstrim.

Seperti yang kita rasakan akhir-akhir ini, beberapa daerah mulai mengalami perubahan cuaca yang sedikit aneh. Anomali-anomali kejadian di beberapa permukaan bumi sepanjang tahun 2000an mulai bermunculan. Mulai dari suhu panas 32° C di Moskwa yang notabene daerah berikilim dingin, salju yang turun di daerah Afrika Selatan yang berikilim sedang (laporan national geofraphic edisi Februari 2009), hingga di negeri kita sendiri juga bisa kita saksikan perubahannya. Tahukan anda bahwa pegunungan Jayawijaya di Papua sana yang dulu dikenal dengan salju abadi yang menyelimutinya kini lapisannya mulai berkurang. Ya, mungkin ini juga yang menjadi penyebab kepunahan mamut pada jaman dulu yang disebabkan perubahan iklim yang eksterm.

Beberapa waktu yang lalu saya sempat berkunjung ke daerah karst atau kita mengenalnya sebagai daerah pegunungan kapur di daerah Tuban, Jawa Timur. Daerah ini memang sedikit sulit untuk mendapatkan air di permukaan karena posisinya secara alami bahwa persediaan air jauh berada di bawah sungai-sungai bawah tanah dalam lekukan gua-gua karst. Beberapa tahun silam di daerah tersebut masih banyak ditemukan mata air alami yang digunakan oleh penduduk setempat untuk keperluan sehari-hari. Kontras dengan yang saya saksikan terakhir, dengan kondisi lahan sudah dibuka untuk pertanian, pemukiman dan paling mencolok adalah kehadiran penambang karst untuk bahan pengolahan pabrik semen, mata air tersebut sudah mengering. Sungai-sungai berubah menjadi daratan yang kering kerontang, kesulitan air bersih sudah pasti dirasakan oleh penduduk di sekitarnya. Nah kalau sudah menjadi seperti ini apakah ada yang bertanggung jawab? Sepertinya tidak.

Nah, apakah fenomena yang dirasakan hampir di semua bagian bumi ini kita terima sebagai hal yang biasa atau membuat kita sadar bahwa kita juga harus berubah untuk menjaga alam ini agar kita sendiri tidak menjadi makhluk punah (meskipun saya pribadi yakin bahwa manusia akan punah pada saatnya). Bukanlah kehidupan kita saat ini yang hanya perlu dijadikan sebagai pertimbangan, namun cobalah untuk sedikit bersama-sama berpikir untuk jauh hari ke depan akan seperti apakah bumi tercinta kita ini. Aktivis pecinta lingkungan sudah banyak melakukan aksi di berbagai tempat, mereka bukan hanya sekedar melakukan protes atas kebijakan pemerintah yang seakan tutup kuping akan hal ini namun jauh lebih dari itu yaitu untuk menyelematkan kita semua. Alih-alih mendengarkan aspirasinya, pemerintah justru berdalih pembangunan dan modernisasi yang dilakukan adalah untuk kemaslahatan masyarakat itu sendiri. Ya semoga hal itu terbukti dengan berjalannya waktu.

Saya pribadi memiliki kebiaasaan yang cukup unik sebagai manusia yang sadar akan lingkungan. Bukan hal yang muluk-muluk kok untuk mengurangi perubahan alam. Ya…hanya mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan kita, terutama plastik pembungkus. Tanpa kita sadari penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari sudah memasuki ambang batas yang mengkhawatirkan. Sifatnya yang tidak bisa diuraikan oleh alam menjadikan gunungan polutan dimana-mana. Nah, anda sendiri apa yang sudah dilakukan? Nggak mau kan kalau tiba-tiba bulan depan menjadi fosil mamut.

Terus terang isu global warming secara pribadi bagi saya bukan omong kosong, toh banyak orang yang mengatakan itu hanya bualan Amerika. Tapi, pasti kita semua menyadari bahwa pesatnya industri dan tata kelola lingkungan yangmakin buruk mendorong cepatnya laju perubahan itu sendiri.  Siap tidak siap perubahan itu memang akan terjadi. Pasti…..





Pecel Madiun atau Blitar….??? Sama Enaknya Sih

9 05 2009

Hidup sehat itu gampang-gampang susah. Dibilang gampang karena sebenarnya gak butuh biaya besar (baca : kadang-kadang gratis), tapi susah dipraktikan karena tiap orang seleranya beda. Nah, kali ini saya ingin membahas salah satu penentu faktor kesehatan yaitu makanan. Dengan makin banyaknya tayangan di televisi yang menghadirkan wisata kuliner plus jalan-jalan yang menurut saya agak berlebihan dan costly, maka makin banyak orang mencoba aneka jenis makanan yang dicontohkan.

Sebenarnya hal tersebut tidak ada salahnya, lha hidup cuma sekali ya harus dinikmati sepuasnya toh termasuk makan. Well….well…kalau kita berpikir seperti ini maka bisa-bisa sebelum mencapai umur 30 tahun tubuh kita sudah digerogoti berbagai macam penyakit (istilah kerennya penyakit degeneratif). Laporan berbagai media pemberitaan sudah sering menyebutkan bahwa penyakit seperti ini lagi ngetrend tidak hanya dikalangan jet set tapi juga mulai merambah ke kalangan ekonomi menengah.

Faktor terbesar penyebab datangnya penyakit yang menggerogoti tubuh kita semacam kolesterol, darah tinggi, jantung lebih banyak ke faktor gaya hidup terutama makanan. Nah, mumpung masih sehat ada baiknya sejenak membaca tulisan saya perihal makanan yang satu ini. Pecel, ya itu namanya, makanan khas Indonesia (khususnya daerah Jawa Timur dan Tengah) yang satu ini sudah menjadi bagian dari hidup saya yang tidak bisa terpisahkan. Kelezatan bumbu kacang berbaur dengan aneka sayur ditambah dengan peyek dan tempe goreng membuat lidah bergoyang saat menyantapnya. Ditambah dengan nasi panas yang masih mengepul di pagi hari sangat cocok sebagai teman sarapan hmmm……

pecel2Tahukah anda bahwa pecel yang mudah kita temukan ini sebenarnya memiliki dua rasa yang khas, orang banyak mengenalnya dengan nama Pecel Madiun dan Pecel Blitar. Trus, apa ya bedanya? Perbedaan utamanya hanya pada kekuatan rasa pedasnya, pecel madiun agak manis dan terasa lembut kacangnya sedangkan pecel blitar lebih menusuk pedasnya dan adukan kacangnya masih agak kasar. Keduanya pun memili teman pendamping yang berbeda. Jika pecel madiun lebih cocok ditambah dengan aneka masakan bumbu bali misal tahu atau telor bali untuk menambah unsur rasa manis, berbeda dengan pecel blitar yang lebih cocok ditemani dengan tempe goreng polos agar rasa pedasnya meluncur di lidah kita.

Trus….trus….??? Sabar, ada lagi hal yang berbeda untuk menikmati keduanya. Ya, sayur yang digunakan juga berbeda. Kacang Panjang yang direbus adalah sayur yang harus ada di keduanya, namun kalo kita sempat berjalan-jalan di daerah jawa timur maka ada sayur sayng sangat membedakannya. Pecel Madiun yang lebih manis lebih cocok dengan aneka rebusan taoge atau kecambah, kol, bahkan sawi juga cocok plus daun kemangi sebagai penyedapnya, kalau suka bisa ditambahkan pete cina. Nah, kalo pecel blitar lebih ekstrim, karena rasanya yang pedas maka cocok disandingkan dengan sayuran yang lebih tajam rasanya seperti daun singkong, daun pepaya, daun kenikir dan beberapa dedaunan yang kita sukai. Hmmm….rasanya tidak sabar untuk segera menikmati kelezatan kedua pecel ini.

Nah, kalo anda ingin merasakan kelezatan asli keduanya tidak ada salahnya datang langsung ke kota aslinya yaitu Madiun dan Blitar. Tapi, kalo jauh dan menghabiskan ongkos sih… membeli bumbunya langsung di pasar tradisional juga tidak ada salahnya. Selamat mencoba ya…….





Malu Bertanya Sesat Dijalan, Pepatah Lama yang Terbukti

8 05 2009

Beberapa hari yang lalu saya ngobrol dengan teman kantor via YM di jam mau istirahat malam. Agak ngantuk juga sebenernya saat dia bilang mau menceritakan sesuatu yang baru dia alami. Dia memulai cerita dengan pertanyaan yang menurut saya agak konyol, “Tau tukang bakso gak?” What!! Ya pastinya sebagai masyarakat normal yang suka jajan di depan rumah ya pasti kita paham benar dengan maksud pertanyaannya.

Buru – buru dia meralat pertanyaannya dan langsung ke pokok permasalahannya. This is story about abang bakso yang sedang menangis di komplek rumahnya. Lha kok bisa sih? Dirampok ya baksonya ma preman pasar? Nope, ternyata tukang bakso itu sedang tersesat. Lho..lho…lho…. Jadi, abang bakso ini ceritanya ditemukan ma ibu-ibu kompleksnya sedang duduk merenung sejam lebih. Ketika didekati oleh beberapa warga, sang abang bakso malah menangis. Kontan hal ini membuat warga termasuk teman saya tadi kebingungan.

Diambilkan lah air minum biar tenang si abang bakso dan mulai diinterogasi hal ihwal penyebab dia menangis. Weleh-weleh ternyata tuh abang bakso gak tau jalan pulang kembali ke markasnya alias ke rumah bosnya. Setan alas hari gini masih bisa tersesat dengan jarak dari awal dia berangkat kurang dari 10km (maklum jakarta kali ya). Tapi setelah mendengar ceritanya menjadi maklum ternyata tuh abang baru sehari di jakarta dan langsung nekat jualan dan hebatnya juga kok ya nomor hp bosnya gak bisa dihubungi untuk mengabarkan kalo anak buahnya ini tersesat di kampung sebelah dan gak bisa pulang.

Ampun, kok ya bisa ya? Gak tau lah. Sebagai solusi yang diberikan ma temen saya tadi adalah dengan menitipkan si abang bakso yang tersesat itu ke sesama tukang bakso juga. Hmmm, cerita selanjutnya tidak tahu karena dia sudah pergi dengan teman barunya dan semoga tidak sama-sama tersesat karena akan membuat warga kampung yang didatangi lebih bingung lagi.

Pesan moral : Jangan bekerja kala anda bingung eits salah….. yang bener kalo kerja bawa peta ya!!!





Fenomena Facebook Makin Wowww…..

14 04 2009

facebook_picBeberapa tahun yang lalu saat saya masih mahasiswa fenomena situs jejaring sosial alias social networking seperti bom waktu yang meledak tiba-tiba. Tengok saja saat itu yang paling “gaul” adalah Friendster. Hampir setiap anak muda seantero Indonesia tak terkecuali pekerja kantoran hingga ibu-ibu rumah tangga benar-benar keranjingan. Tak jarang ada yang dapat pasangan hidup atau jodih dari friendster atau lebih dikenal denghan singkatan FS.

Nah, lain dulu lain sekarang. Tren jejaring sosial memang belum hilang bahkan jauh lebih heboh berkembang biak seperti jamur, tidak bisa dibasmi. Peribahasanya mati satu tumbuh seribu, yang ini full bikin baru dong.  Rupanya kedigdayaan FS sudah mulai pudar karena tampilan, feature, dan plug-in yang kurang up to date, dan digerus dengan pemain  baru bernama Facebook atau FB istilah kerennya. Tengok saja berita di media masa dan di blog FB sendiri yang sudah mengklaim pengguna FB di seluruh dunia sudah melampaui 200juta pengguna. Decak kagum dan rasa penasaran kita semua bertanya kok bisa ya?

Tidak heran jika FB menjadi jejaring sosial nomor satu di dunia. Di indonesia FB sempat menuai kritik karena dirasakan efek negatifnya mulai dirasakan karena bisa menyebabkan FBdiccted alias gak bisa berhenti dari sekedar update status atau kasih komentar di status teman di FB yang bisa menyita waktu kita hingga lupa yang namanya bekerja dan belajar hingga beberapa perusahaan memberlakukan blok terhadap akses FB ini.

Wow, luar biasa tentunya. So, apa sih yang membuat FB ini begitu cepat diterima oleh para penggila internet? Yak, jawabannya mudah jejaring sosial intinya adalah menyambungkan orang yang jauh untuk serasa dekat sehingga seolah-olah sedang ngobrol dengan kita. Nah, ini adalah kelebihan FB, selain tampilannya yang lebih eye catching, antarmukanya yang user friendly, 3rd party application yang jumlahnya bejibun dan bisa dikenbangkan oleh siapa saja di negara manapun serta sifatnya yang real  time (ditambah dengan penggabungan aplikasi chat fb) membuat pamor FB naik drastis menjadi jawara jejaring sosial.

Sejak pertama kali diluncurkan tampilan FB sudah 3 kali mengalami perubahan. Meski di setiap awal perubahan selalu banyak yang menolak sampai membentuk group yang menolak perubahan FB toh versi yang sekarang makin digilai oleh penggemar FB. Tengok saja aplikasi baru seperti quiz yang bisa dicustomize oleh siapa saja dan bisa dipublish oleh semua user sehingga bisa dikomen oleh teman atau kerabat. Beberapa quiz terlihat memaksa dan bahkan cenderung lucu sekali. Salah satunya adalah quiz yang baru saya coba adalah “tokoh cinta fitri season 3 manakah yang sesuai dengan karakter anda?” Ya, ini sedikit terlihat ridicilous tapi benar-benar fun. Beberapa teman memberikan komentar miring yang tentunya hanya bersifat guyonan dan menambah ramai suasana.Tak hanya itu saja, FB juga menyediakan permainan online sepeti Mafia Wars, MyFarm, Pet Society yang penggunanya sudah mencapai jutaan dan setiap user bisa mengupdate dan membandingkan dengan milik teman.

Terlepas dari unsur fun, kita perlu berhati-hati dengan situs jejaring sosial ini karena rawan dengan isu pishing atau pencurian data pribadi. Jadi waspadalah dengan tidak menambahkan sembarang orang dalam teman anda dan aplikasi-aplikasi yang belum diketahui keamanannya. Dan, jika perlu tidak usah menjadi banci foto bahkan banci FB dengan mengisi semua data lengkap pribadi kita karena ini bisa menjadi bumerang bagi kita semua.  Satu catatan yang perlu digarisbawahi adalah jangan pernah mencantumkan alamat anda dan nomor telepon anda.

So, how’s FB for your life?





Jakarta Makin Lembab, Masih Perlukah Pond’s?

14 04 2009

20-Ponds-Age-Miracle-creamKelembaban udara memang sangat diperlukan oleh manusia untuk menjaga sel-sel dalam tubuhnya tetap aktif dan tidak kekurangan cairan. Bahkan iklan produk kecantikan banyak yang mengkumandangkan “pelembab” alias “moisturizer” sebagai trade jualannya.  Nah, pertanyaannya bagaimana kalo kelembaban itu di atas 90%? Masih nyamankah?Masih perlukan  produk kecantikan itu?

Sebagai masyarakat yang tinggal di lingkungan tropis seperti Indonesia ini yang rata-rata humiditynya diatas 90% tentu sudah menjadi hal biasa merasakan “sumuk” apalagi jika malam menjelang. Bukannya merasa sejuk karena matahari sudah berhenti bersinar namun gerah dan panas yang terasa. Khususnya di Jakarta, kota terpadat dan terpolusi di Indonesia malam hari bagaikan siksaan tersendiri, terutama buat saya yang sudah terasa akhir-akhir minggu ini (baca memasuki musim kemarau). Tinggal di kamar kos hanya dengan kipas angin tentu menjadi perjuangan tersendiri melewati malam hingga subuh yang terasa luar biasa peluh ini bercucuran.

Kembali ke pertanyaan di atas, kelembaban yang tinggi ternyata tidak otomatis membawa keuntungan buat kita. Di satu sisi kelembaban memicu tumbuhnya berbagai organisme parasit salah satunya adalah Jamur. Jamur adalah organisme yang berkembangbiak dengan spora dan sangat aktif pada suasana lembab. Jadi, kita patut waspada kalo sudah memasuki musim seperti ini dan tinggat di tempat yang kualitas hygienitasnya middle to low.

Bukan sebagai ancaman jika tiba-tiba saja kita bisa diserang oleh jamur ini (bisa tubuh, rumah, pakaian bahkan makanan). Maka, ekstrawaspada perlu ditingkatkan. Pola hidup yang buruk sudah sepatutnya ditinggalkan, misal minimal mengganti pakaian dalam 2 kali sehari. Ada baiknya kita menggunakan kapur barus atau kamper untuk mengusir jamur dan berbagai organisme yang mudah berkembang biak di musim lembab. Untuk yang tinggal di kos perlu diperhatikan sirkulasi udara dan kebersihannya.

Nah kalo begitu, bagaimana dengan pelembab? Masih perlukah? Untuk kita yang sehari-hari berada di ruangan ber AC mungkin perlu karena untuk mencegah kekeringan pada kulit kita (untuk melembabkan tubuh kita faktor utama sebenarnya adalah air, jadi banyaklah minum air). Namun, hampir 80% masyarakat Indonesia tinggal di suhu ruangan bahkan lebih dari 25° C (baca untuk Jakarta 32° C). Jadi kalo kita beli pelembab sama saja mubazir alias janya menguntungkan produsennya saja. Bayangkan di suasana yang lembab anda masih pakai lotion, pelembab muka, pelembab rambut? Maka anda layak dijadikan produsen minyak karena bahan utama pelembab adalah minyak. Jadi, mulai sekarang singkirkan barang-barang yang ternyata tidak kita butuhkan itu.

Persoalan utama menyangkut topik “Jakarta Makin Lembab” adalah mengapa di kota ini terasa sekali kelembabannya? Kenapa banyak rumah yang menggunakan AC? Tidakkah ini pemborosan energi? Yup, seperti yang kita ketahui Jakarta adalah kota polusi. Gas emisi karbon di jakarta sudah luar biasa parahnya. Jadi, sebenarnya sehari-hari kita hidup di lingkungan yang parah dan tidak sehat. Namun apa daya kita tetap butuh tinggal disini untuk mendapatkan kehidupan yang layak. So, menyerahkah anda? No, mulailah dari diri sendiri saja. Banyaklah menanam tanaman dan pepohonan di pekarangan rumah kita. Niscaya ini dapat mengurangi tingkat polusi di rumah kita. Untuk yang kos? No problem, koleksilah tanaman hias jenis daun-daunan di sekitar kos atau kamar anda. Tapi, jangan lupa kalo malam hari tanaman itu harus dikeluarkan dari kamar karena mereka sedang tidak berfotosintesa yang ada malah berebut oksigen dengan anda.

Lingkungan yang sehat dan asri adalah tanggungjawab kita bersama, mulailah dari diri sendiri untuk menciptakan bumi yang hijau untuk menyelamatkan kehidupan umat manusia di dunia. Keep Green & Clean





Pemilu 2009, Terburukkah..???

12 04 2009

logo-pemiluPesta demokrasi baru saja usai,  sebagian dari kita merasa puas atau bahkan jengkel karena merasa tidak terdaftar sebagai DPT. Weiks kok bisa??? entah karena masalah administrasi ato memnag ada unsur kesengajaan dari pihak yang berwenang (baca KPU) untuk menghilangkan sebagian hak warga negara Indonesia untuk turut berpartisipasi.

“Entah”, itu jawaban di sebagian benak masyarakat termasuk saya. Baca saja tulisan di beberapa media massa yang mengemukakan pelanggaran terbesar pada Pemilu kali ini adalah masalah DPT yang campur aduk. Di sebagian pihak ada yang bukan masyarakat setempat namun terdaftar atau sebaliknya punya KTP syah namun tidak terdaftar.

Hingga saat ini, proses tabulasi perhitungan suara KPU di Hotel Borobudur belum selesai. Direncanakan baru selesai tanggal 20 April 2009. Percayakah akan selesai? Hmmm, tidak ada jaminan pasti lha wong berita hari ini menyatakan akses ke pusat tabulasi data KPU susah. Wow, gimana ya persiapan pemilu ini yang notabene menghabiskan biaya tidak murah. Waduh gimana ya tanggungjawabnya dalam mengelola duit masyarakat?

Terlepas dari semua deretan sejumlah temuan Bawaslu mengenai pelanggaran Pemilu 2009, satu hal kita telah melangkah satu step ke depan bahwa pemilihan anggota legislatif ini telah usai. Tugas para wakil rakyat yang terpilih nantinya harus dibuktikan. Membawa suatu amanat masyarakat bukan perkara gampang, karena urusannya bukan hanya masalah dunia tapi juga dengan Tuhan.

Harapan semua masyarakat Indonesia termasuk saya pribadi adalah bisa melihat bangsa dan negara ini semakin baik. Tidak hanya terlihat dipermukaan saja namun melingkupi semua elemen hingga unsur terdalam dari komponen bangsa ini semakin baik. Semoga itu semua dapat kita saksikan pada tahap berikutnya saat Pemilu Pemilihan Presiden. Amin





Nyontreng….??? Pengen tapi gak didaftar

7 04 2009

Gak tau gimana caranya pemerintah atau KPU menetukan DPT di tiap daerah. Lha, saya adalah salah satu bukti contoh nyata. Katanya golput itu hukumnya haram? Nah, kok saya yang sudah resmi menjadi warna penduduk DKI kok malah gak pernah didata dan diminta mendaftar jadi pemilih.

Gondok? Iya, sedikit. Mungkin sejak pertama kali resmi bisa ikut pemilu baru kali ini gak terdaftar. Sebagai warga negara yang sadar akan haknya sebagai masyarakat hukum yang baik, tentunya saya sudah mengupayakan ke pihak RT untuk bisa terdaftar. Hmmm, alasannya klasik…. “Mas, ini kan statusnya ngekos, Jadi, meski udah punya KTP dan KK ya tidak bisa dianggap warga DKI”…. Lha, kok????

Waduh, pilihan paling gampang ya mudik ke kampung halaman nyontreng disana deh. But, karena saya lagi bokek alias gak ada dana buat pulkam dan hmm….lagi-lagi saya belum terdaftar juga disana yo wis gak usah pulang. Jadi, maaf ya pak caleg saya gak bisa milih anda karena saya gak dianggap untuk jadi calon pemilih…..hiks…..

Ya, saya hanya berdoa (meski sedikit pesimis) semoga pemilu kali ini bisa membawa perubahan Indonesia ke arah yang lebih baik, sejahtera, aman dan maju. Amien….

NB : Iklan Salah satu Partai yang kreatif dan gampang diinget “Pojok Kanan Atas” wew





Berenang Itu Gampang

29 10 2008

phelps-medTidak sedikit orang emoh belajar renang dengan berbagai alasan, salah satunya yaitu takut air plus takut tenggelam. Pun banyak opini yang menyatakan belajar renang itu susah sekali kalau tidak dari kecil, susah ngatur nafasnya dan sederet alasan bakal kita dapatkan.

Saya sendiri bukanlah atlet renang, tapi kecintaan saya pada dunia yang satu ini membuat saya tertarik untuk berbagi pengalaman bahwa “swimming is easy” alias berenang itu gampang. Saya tidak pernah kursus renang, murni otodidak. Cara belajar saya cukup unik. Kala saya masih anak-anak,saya hanya memperhatikan style orang-orang yang notabenenya ahli berenang di kolam renang dekat rumah. Saya amati secara mendalam gerakan mereka dan cara mengatur nafasnya dan tentunya saya praktekan langsung.

Hal tersebut tentunya tidak cukup mudah untuk dilaksanakan. Berkali-kali saya merasa seperti akan disedot masuk ke dalam kolam renang yang sangat dalam dan paru-paru saya dihimpit oleh ribuan galon air. Setelah upaya yang kesekian kali akhirnya berhasil juga dengan hanya satu perubahan. What is it?

Yup, ternyata yang  membuat saya berhasil adalah sikap tenang, relax, dan menikmati suasana air. Hanya itu resepnya yang membuat saya mampu bertahan di air dan bisa berenang. Karena dengan tenang seperti itu, selama kita masih ada energi & tenaga maka secara otomatis kita mampu mengapung di air. Tidak percaya? coba saja anda praktekan.

Beberapa kasus tenggelam sebenarnya bukan disebabkan karena faktor individu tersebut tidak bisa berenang. Justru faktor kepanikan dalam diri itu sendiri yang menarik tubuh kita, karena semakin panik maka semakin tegang otot-otot kita dan semakin susah pula untuk digerakkan hingga menyebabkan tenggelam.

Sugesti yang datang pada diri kita sebenarnya yang mengontrol semua perilaku dan tindakan kita akan sesuatu hal. Dengan kepercayaan bisa mengerjakan sesuatu dan sikap tenang menyatu dengan suasana sekitar plus menikmati semuanya apa adanya dijamin akan membawa perubahan dan keberhasilan bagi kita. Tidak hanya bisa dipraktekkan buat berenang namun bisa kita coba juga untuk semua hal.





Akhirnya hujan turun juga di Jakarta

23 10 2008

Beberapa hari ini berita hawa panas yang melanda kota-kota di Indonesia banyak diberitakan di media. Bahkan, suhu ruangan ekstrim sekali hingga mencapai 38 derajat celcius, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta & Surabaya yang notabene areanya dekat dengan laut.

Di kota Banyuwangi bahkan warganya sampai nekat berbondong-bondong ke pantai sekedar mendapatkan udara segar. Kontras sekali dengan  badai hujan es di seberang benua di Australia kemaren yang diikuti dengan petir dahsyat.

Sedikit berbeda cuaca hari ini di Jakarta sejak pagi yang digelayuti awan mendung. Khususnya di daerah Jakarta Utara yang tingkat curah hujanya lebih sedikit dibandingkan dengan wilayah lain, sejak jam 8 pagi sudah menunjukkan tanda-tanda bakal turun hujan.

Gerimis sempat turun sebentar namun tidak signifikan untuk menghapus kekeringan & panas beberapa hari ini. Finnaly, jam 3 sorean hujan deras dengan intensitas yang cukup membuat banjir lagi kota Jakarta jika mengguyur tanah selama lebih dari dua jam akhirnya turun juga. Diiringi dengan angin dan hawa dingin membuat hujan kali ini terasa seperti penawar semua gundah masyarakat yang terlalu banyak dicekoki dengan masalah negara yang tidak ada kunjung habisnya ini.

Hujan deras selama kurang lebih 2 jam dengan intensitas selang-seling gerimis beberpa menit benar-benar membawa suasana yang berbeda. Hawa segar & bau khas tanah yang baru pertama kali terkena guyuran air membuat pikiran jadi adem dan ayem.

Datangnya hujan ini pertanda bahwa musim penghujan telah datang di Indonesia. Meskipun bulan Oktober sudah tidak dapat digunakan lagi sebagai patokan kapan datangnya pergantian musim akibat pergeseran musim yang tidak jelas akhir-akhir ini, hal yang patut jadi perhatian kita semua adalah penyakit yang mengikutinya di musim pancaroba seperti ini. Jadi, ketahanan tubuh perlu ditingkatkan dengan makan makanan yang sehat plus bergizi serta olahraga yang teratur biar tetap fit.

Semoga hujan kali ini tidak membawa banjir lagi di Jakarta yang sudah penuh dengan masalah ini, karena yang bakal repot adalah warga ibu kota ini sendiri. Piss….